Kenali, kendalikan, verifikasi, dan telusuri setiap perubahan di proses produksi agar kualitas tetap terjaga dan penelusuran data tetap jelas.
Henkaten adalah sistem yang digunakan untuk mengenali, mengontrol, memverifikasi, dan menelusuri setiap perubahan atau kondisi abnormal dalam proses produksi agar tidak menimbulkan masalah kualitas dan tetap terjaga traceability-nya.
Dengan pendekatan 4M — Man, Machine, Method, dan Material — tim produksi dapat lebih cepat melihat risiko, memastikan kontrol berjalan, dan mengambil tindakan yang benar sebelum masalah berkembang.
Saat ini pelaksanaan Henkaten mengacu pada 2 prosedur utama, yaitu Prosedur Perubahan Proses dan Produk serta Prosedur Abnormality Process.
Lima prinsip utama yang menjadi dasar pelaksanaan Henkaten.
Prinsip Henkaten menjadi dasar untuk mengenali perubahan, memastikan dampaknya terhadap kualitas, melakukan pencatatan, membandingkan dengan standar, dan membagikan informasi ke pihak terkait.
Setiap perubahan di area produksi dipetakan ke tiga kondisi utama agar tindakan yang diambil sesuai dan jalur kontrolnya tetap jelas.
Kondisi kerja berjalan sesuai standar dan seluruh faktor 4M berada dalam kondisi normal.
Change Point Guide Line digunakan sebagai acuan untuk memastikan setiap perubahan 4M dapat dikendalikan, diverifikasi, didokumentasikan, dan mendapat approval yang sesuai.
Perubahan terkait operator, rotasi, training, dan kompetensi yang memerlukan verifikasi kesiapan personel sebelum proses berjalan.
Pilih jenis flow untuk melihat urutan proses Henkaten sesuai kondisi yang terjadi.
Dokumentasi visual aktivitas Henkaten bersama AHM. Klik gambar untuk memperbesar.
Dokumen utama yang digunakan untuk menjalankan, mengontrol, dan menelusuri aktivitas Henkaten berdasarkan prosedur abnormality process.
Dokumentasi implementasi Henkaten PT ASKI pada kondisi plan maupun abnormal sebagai bagian dari pengendalian perubahan di lapangan.
Jika perubahan tidak cukup ditangani di level Henkaten, maka proses akan naik ke kontrol perubahan formal.